LAPORAN STUDI KASUS
KLIEN KE-1
I.
Identitas Klien
a. Nama :
David Fahrul Choidarula
b. Jenis Kelamin : Laki-laki
c. Pendidikan Klien : SMK
d. Tempat, Tanggal Lahir :
Magelang, 28 Agustus 1998
e. Agama :
Islam
f. Alamat : Pare, Blondo, Mungkid
II.
Identitas Orang Tua
a. Nama Ayah : Indro Prawoto
b. Pendidikan : SLTA
c. Agama :
Islam
d. Pekerjaan : Buruh
e. Alamat :
Pare, Blondo, Mungkid
f. Nama Ibu
: Siti Fatimah
g. Pendidikan : SLTA
h. Agama :
Islam
i.
Alamat : Pare, Blondo,
Mungkid
III.
Latar Belakang Masalah
a. Ekonomi Keluarga :
Kondisi
kehidupan sosial-ekonomi keluarga David termasuk cukup.
b. Pendidikan Klien :
David sekarang
menduduki kelas X SMK jurusan TSM (Teknik Sepeda Motor).
c. Keluarga
:
David adalah
anak laki-laki berusia 16 tahun siswa kelas X Sekolah Menengah Kejuruan. David David
anak ke 2 dari 2 bersaudara. Ayah David bekerja sebagai supir truk, dan ibu
bekerja sebagai penjahit.
d.
Pribadi
Klien :
Keadaan fisik David cukup sehat, terlihat dari keadaan
badan biasa, tidak terlalu gemuk juga tidak terlalu kurus, ideal. Jika diajak berbicara,
David selalu serius, sifatnya baik. Sikap dengan orang tua juga baik,
menghormati kedua orang tuanya. Tidak pernah membantah. Mempunyai hobi sepak
bola. Pergaulan dengan teman juga baik, mempunyai banyak teman, dirumah maupun
disekolah.
IV.
Identifikasi/Gejala Klien
Dari
hasil wawancara dapat diidentifikasi masalah siswa, yaitu:
1. Bosan mengikuti pelajaran matematika
2. Tidak mengikuti pelajaran matematika
(bolos)
3. Kurang suka dengan guru matematika
V.
Diagnosa
Setelah dilakukan identifikasi masalah,
kesimpulan dari identifikasi masalah yang dialami siswa rumusan masalahnya
yaitu, siswa yang bernama david bosan mengikuti pelajaran matematika lalu david
bolos tidak mengikuti pelajaran matematika, karena guru sering menghukum david
jika tidak mengerjakan PR, david tidak mengerjakan PR karena menurut David
tidak paham.
VI.
Prognosa
Bedasarkan permasalahan yang dihadapi
oleh konseli, maka digunakan alternative pendekatan yang digunakan untuk
mengatasi dan memperbaiki situasi permasalahan yang dihadapi oleh konseli.
Adapun pendekatan tersebut adalah :
1. Clien-Centered Therapy
Sofyan S. Willis
(2009) mengungkapkan bahwa Client Centered Therapy adalah suatu metode perawatan
Psikis yang dilakukan dengan cara berdialog antara konselor dengan klien, agar
tercapai gambaran yang serasi antara ideal self (diri klien yang ideal) dengan actual self (diri klien sesuai
dengan kenyataan yang sebenarnya). Pada penggunaan teknik konseling ini maka
konselor akan berusaha mengatasi permasalahan dengan konseli.
2. Behavior Therapy
Behavior therapy
adalaah salah satu teknik yang digunakan dalam dunia konseling untuk membantu
siswa mengatasi permasalahannya dengan cara-cara yang lebih bisa dikontrol. Dalam
padangan behavioral, perilaku dipandang sebagai respon terhadap stimulasi atau
perangsangan eksternal dan internal. Denga berdasar pada aliran behavioral
therapy, kebiasaan-kebiasaan buruk konseli berusaha dihilangkan dan diganti
dengan kebiasaan yang bersifat positif, dengan kata lain memberikan latihan
manajemen diri kepada konseli.
VII.
Treatment
Adapun upaya pemberian bantuan yang
dipilih sesuai dengan masalah yang dihadapi siswa yaitu dengan menggunakan
pendekatan behavioral therapy.
Dalam pemberian bantuan adapun langkah
yang dilakukan kepada siswa yaitu:
1. Siswa melaksanakan konseling individual.
2. Praktikan memberikan informasi tentang
akibat yang dapat ditimbulkan dari kebiasaan buruk siswa.
3. Membuat kesepakatan dengan siswa untuk
menyelesaikan permasalahannya.
VIII.
Tindak Lanjut
Tindak lanjut yang dapat dilakukan adalah
dengan cara sebagai berikut:
1. Memantau perkembangan tingkah laku siswa
untuk mengetahui sejauh mana layanan bimbingan dapat memperbaiki kondisi siswa.
2. Menjalin
komunikasi yang lancar dengan orang tua dan keluarga untuk memantau perilaku
dan kegiatan yang dilakukan oleh siswa.
3. Memantau perkembangan siswa, dengan
menjalin komunikasi dengan siswa melalui HP.
Karena keterbatasan waktu yang
dimiliki praktikan dalam memberikan layanan bimbingan, maka selanjutnya
praktikan menyerahkan sepenuhnya pengawasan dan pengarahan terhadap siswa
kepada guru BK, wali kelas, dan guru bidang studi.
LAPORAN STUDI KASUS
KLIEN KE-2
I.
Identitas Klien
a. Nama
: Fitri Setia Wati
b. Jenis Kelamin : Perempuan
c. Pendidikan Klien : SMK
d. Tempat, Tanggal Lahir : Magelang, 10 Februari 1997
e. Agama
: Islam
f. Alamat : Baten, Bawang, Pakis
II.
Identitas Orang Tua
a. Nama Ayah : Sudi
b. Pendidikan : -
c. Agama
: Islam
d. Pekerjaan : Petani
e. Alamat
: Baten, Bawang, Pakis
f. Nama Ibu
: Juanah
g. Pendidikan : -
h. Agama
: Islam
i.
Alamat : Baten,
Bawang, Pakis
III.
Latar Belakang Masalah
a. Ekonomi Keluarga :
Kondisi
kehidupan sosial-ekonomi keluarga Fitri termasuk cukup.
b. Pendidikan Klien :
Fitri saat ini
menduduki kelas X SMK jurusan AP 1 (Administrasi Perkantoran)
c. Keluarga
:
Fitri adalah
anak perempuan berusia 17 tahun siswa kelas X Sekolah Menengah Kejuruan. Fitri
merupakan anak tunggal. Ayah Fitri bekerja sebagai petani, dan ibu juga petani.
d. Pribadi Klien :
Fitri anak yang
pendiam, dilihat dari ketika praktikan melakukan wawancara dengan siswa,
malu-malu dalam menjawab pertanyaan yang praktikan berikan. Fitri juga
merupakan anak yang rajin, selalu menuruti kata-kata orang tua, tidak pernah
membantah.
IV.
Identifikasi/Gejala Klien
Dari
hasil wawancara dapat diidentifikasi masalah siswa, yaitu:
1. Kurang konsentrasi ketika mengikuti
pelajaran Bahasa Inggris
2. Sukar memahami pelajaran Bahasa Inggris
3. Memiliki nilai Bahasa Inggris rendah
4. Menerima pelajaran lambat dan selalu
mengalami kesukaran dalam pelajaran Bahasa Inggris
V.
Diagnosa
Dari hasil wawancara yang praktikan
lakukan, maka dapat diambil suatu diagnosis bahwa konseli mempunyai masalah yaitu
merasa kesulitan mengatur jadwal belajar, cepat bosan dalam belajar, sulit
konsentrasi dalam belajar, dan agak lambat dalam memahami pelajaran Bahasa
Inggris. Walaupun ada kamus, tetapi siswa agak lambat dalam mengingat arti.
Siswa juga mengalami kesulitan dalam memahami tenses dalam bahasa Inggris.
VI.
Prognosa
Berdasarkan teori
belajar yang digunakan yaitu Teori Belajar Ivan Pavlov ( Teori Belajar Klasik
), maka dapat digunakan model Konseling Behavioral. Teori belajar klasik
merupakan perilaku belajar terjadi karena adanya asosiasi antara perilaku
dengan lingkungannya.
Model konseling
behavioral mempunyai konsep bahwa lingkungan merupakan stimulus bagi
terbentuknya perilaku tertentu.
VII.
Treatment
Berdasarkan
permasalahan yang dialami Fitri, maka tindakan yang sesuai untuk digunakan
adalah behavioral treatment yang
dapat dilakukan antara lain :
1. Dengan menggunakan teknik Cognitive Learning, yaitu dengan
memberikan penjelasan lisan tentang berbagai hal kepada Fitri , agar Fitri
dapat mengambil keputusannya sendiri.
2. Diberikan penguat berupa motivasi
belajar.
3. Memberikan saran kepada siswa untuk
lebih sering belajar kelompok dengan teman-temannya.
VIII.
Tindak Lanjut
Tindak lanjut yang dapat dilakukan adalah
dengan cara sebagai berikut:
1. Memantau perkembangan tingkah laku siswa
untuk mengetahui sejauh mana layanan bimbingan dapat memperbaiki kondisi siswa.
2. Menjalin
komunikasi yang lancar dengan orang tua dan keluarga untuk memantau perilaku
dan kegiatan yang dilakukan oleh siswa.
3. Memantau perkembangan siswa, dengan menjalin
komunikasi dengan siswa melalui HP.
Karena keterbatasan waktu yang dimiliki
praktikan dalam memberikan layanan bimbingan, maka selanjutnya praktikan
menyerahkan sepenuhnya pengawasan dan pengarahan terhadap siswa kepada guru BK,
wali kelas, dan guru bidang studi.
LAPORAN HOME VISIT
KLIEN KE-1
I.
Identitas Klien
a. Nama klien : David Fahrul Choidarula
b. Kelas :
X TSM (Teknik Sepeda Motor)
c. Jenis Masalah : Tidak mengikuti pelajaran
matematika
(bolos)
d. Nama Orang Tua
Ayah : Indro Prawoto
Ibu : Siti Fatimah
e. Alamat
: Pare, Blondo, Mungkid
II.
Pelaksanaan Home Visit
a. Hari, tanggal : Selasa, 15 April 2014
b. Data yang ingin diperoleh : Memperoleh informasi secara langsung dari
orang tua siswa tentang aktivitas sehari-hari yang dilakukannya selama dirumah.
Dan dapat menjalin hubungan yang baik dengan orang tua dan siswa.
III.
Uraian Singkat Hasil Yang Diperoleh
Dari hasil laporan kunjungan rumah
yang telah praktikan lakukan, informasi yang diperoleh dari wawancara dengan
orang tua siswa, yaitu kegiatan David di rumah saat sepulang sekolah hanya
menonton tv, lalu kalau sore sering bermain sepak bola. Saat malam
kadang-kadang belajar dan kadang-kadang mengerjakan PR kalau ada PR.
LAPORAN HOME VISIT
KLIEN KE-2
I.
Identitas Klien
a. Nama klien : Fitri Setia Wati
b. Kelas :
XI AP 1
c. Jenis Masalah : Kesulitan Belajar
d. Nama Orang Tua
Ayah : Sudi
Ibu : Juanah
e. Alamat
: Paten, Bawang, Pakis.
II.
Pelaksanaan Home Visit
a. Hari, tgl berangkat :
Selasa, 15 April 2014
b. Data yang ingin diperoleh :
Memperoleh
informasi secara langsung dari orang tua siswa tentang aktivitas sehari-hari
yang dilakukannya selama dirumah. Dan dapat menjalin hubungan yang baik dengan
orang tua dan siswa.
III.
Uraian Singkat Hasil Yang Diperoleh
Dari hasil laporan kunjungan rumah yang
telah praktikan lakukan, informasi yang diperoleh dari wawancara dengan orang
tua siswa, yaitu sepulang sekolah fitri membantu bersih-bersih rumah, karena
orang tua pagi-pagi sekali sudah harus pergi bertani. Fitri merupakan anak yang
rajin belajar, selalu mengerjakan PR yang diberikan guru di sekolah.