Minggu, 09 November 2014

Contoh Laporan Studi Kasus

LAPORAN STUDI KASUS
KLIEN KE-1

I.                   Identitas Klien
a.       Nama                                 : David Fahrul Choidarula                 
b.      Jenis Kelamin                    : Laki-laki
c.       Pendidikan Klien               : SMK
d.      Tempat, Tanggal Lahir       : Magelang, 28 Agustus 1998
e.       Agama                               : Islam
f.       Alamat                               : Pare, Blondo, Mungkid

II.                Identitas Orang Tua
a.       Nama Ayah                       : Indro Prawoto
b.      Pendidikan                                    : SLTA
c.       Agama                               : Islam
d.      Pekerjaan                           : Buruh
e.       Alamat                              : Pare, Blondo, Mungkid
f.       Nama Ibu                          : Siti Fatimah
g.      Pendidikan                                    : SLTA
h.      Agama                               : Islam
i.        Alamat                              : Pare, Blondo, Mungkid

III.             Latar Belakang Masalah
a.       Ekonomi Keluarga            :
Kondisi kehidupan sosial-ekonomi keluarga David termasuk cukup.
b.      Pendidikan Klien              :
David sekarang menduduki kelas X SMK jurusan TSM (Teknik Sepeda Motor).

c.       Keluarga                            :
David adalah anak laki-laki berusia 16 tahun siswa kelas X Sekolah Menengah Kejuruan. David David anak ke 2 dari 2 bersaudara. Ayah David bekerja sebagai supir truk, dan ibu bekerja sebagai penjahit.
d.      Pribadi Klien                     :
Keadaan fisik David cukup sehat, terlihat dari keadaan badan biasa, tidak terlalu gemuk juga tidak terlalu kurus, ideal. Jika diajak berbicara, David selalu serius, sifatnya baik. Sikap dengan orang tua juga baik, menghormati kedua orang tuanya. Tidak pernah membantah. Mempunyai hobi sepak bola. Pergaulan dengan teman juga baik, mempunyai banyak teman, dirumah maupun disekolah.

IV.             Identifikasi/Gejala Klien
Dari hasil wawancara dapat diidentifikasi masalah siswa, yaitu:
1.      Bosan mengikuti pelajaran matematika
2.      Tidak mengikuti pelajaran matematika (bolos)
3.      Kurang suka dengan guru matematika

V.                Diagnosa
Setelah dilakukan identifikasi masalah, kesimpulan dari identifikasi masalah yang dialami siswa rumusan masalahnya yaitu, siswa yang bernama david bosan mengikuti pelajaran matematika lalu david bolos tidak mengikuti pelajaran matematika, karena guru sering menghukum david jika tidak mengerjakan PR, david tidak mengerjakan PR karena menurut David tidak paham.

VI.             Prognosa
Bedasarkan permasalahan yang dihadapi oleh konseli, maka digunakan alternative pendekatan yang digunakan untuk mengatasi dan memperbaiki situasi permasalahan yang dihadapi oleh konseli. Adapun pendekatan tersebut adalah :
1.      Clien-Centered Therapy
Sofyan S. Willis (2009) mengungkapkan bahwa Client Centered Therapy adalah suatu metode perawatan Psikis yang dilakukan dengan cara berdialog antara konselor dengan klien, agar tercapai gambaran yang serasi antara ideal self (diri klien yang ideal) dengan actual self (diri klien sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya). Pada penggunaan teknik konseling ini maka konselor akan berusaha mengatasi permasalahan dengan konseli.
2.      Behavior Therapy
Behavior therapy adalaah salah satu teknik yang digunakan dalam dunia konseling untuk membantu siswa mengatasi permasalahannya dengan cara-cara yang lebih bisa dikontrol. Dalam padangan behavioral, perilaku dipandang sebagai respon terhadap stimulasi atau perangsangan eksternal dan internal. Denga berdasar pada aliran behavioral therapy, kebiasaan-kebiasaan buruk konseli berusaha dihilangkan dan diganti dengan kebiasaan yang bersifat positif, dengan kata lain memberikan latihan manajemen diri kepada konseli.

VII.          Treatment
Adapun upaya pemberian bantuan yang dipilih sesuai dengan masalah yang dihadapi siswa yaitu dengan menggunakan pendekatan behavioral therapy.
Dalam pemberian bantuan adapun langkah yang dilakukan kepada siswa yaitu:
1.      Siswa melaksanakan konseling individual.
2.      Praktikan memberikan informasi tentang akibat yang dapat ditimbulkan dari kebiasaan buruk siswa.
3.      Membuat kesepakatan dengan siswa untuk menyelesaikan permasalahannya.


VIII.       Tindak Lanjut
Tindak lanjut yang dapat dilakukan adalah dengan cara sebagai berikut:
1.      Memantau perkembangan tingkah laku siswa untuk mengetahui sejauh mana layanan bimbingan dapat memperbaiki kondisi siswa.
2.      Menjalin komunikasi yang lancar dengan orang tua dan keluarga untuk memantau perilaku dan kegiatan yang dilakukan oleh siswa.
3.      Memantau perkembangan siswa, dengan menjalin komunikasi dengan siswa melalui HP.
Karena keterbatasan waktu yang dimiliki praktikan dalam memberikan layanan bimbingan, maka selanjutnya praktikan menyerahkan sepenuhnya pengawasan dan pengarahan terhadap siswa kepada guru BK, wali kelas, dan guru bidang studi.



LAPORAN STUDI KASUS
KLIEN KE-2
I.                   Identitas Klien
a.       Nama                                             : Fitri Setia Wati                    
b.      Jenis Kelamin                                : Perempuan
c.       Pendidikan Klien                           : SMK
d.      Tempat, Tanggal Lahir                   : Magelang, 10 Februari 1997
e.       Agama                                           : Islam
f.       Alamat                                           : Baten, Bawang, Pakis

II.                Identitas Orang Tua
a.       Nama Ayah                                   : Sudi
b.      Pendidikan                                                : -
c.       Agama                                           : Islam
d.      Pekerjaan                                       : Petani
e.       Alamat                                          : Baten, Bawang, Pakis
f.       Nama Ibu                                      : Juanah
g.      Pendidikan                                                : -
h.      Agama                                           : Islam
i.        Alamat                                          : Baten, Bawang, Pakis

III.             Latar Belakang Masalah
a.       Ekonomi Keluarga                        :
Kondisi kehidupan sosial-ekonomi keluarga Fitri termasuk cukup.
b.      Pendidikan Klien              :
Fitri saat ini menduduki kelas X SMK jurusan AP 1 (Administrasi Perkantoran)



c.       Keluarga                            :
Fitri adalah anak perempuan berusia 17 tahun siswa kelas X Sekolah Menengah Kejuruan. Fitri merupakan anak tunggal. Ayah Fitri bekerja sebagai petani, dan ibu juga petani.
d.      Pribadi Klien                                 :
Fitri anak yang pendiam, dilihat dari ketika praktikan melakukan wawancara dengan siswa, malu-malu dalam menjawab pertanyaan yang praktikan berikan. Fitri juga merupakan anak yang rajin, selalu menuruti kata-kata orang tua, tidak pernah membantah.

IV.             Identifikasi/Gejala Klien
Dari hasil wawancara dapat diidentifikasi masalah siswa, yaitu:
1.      Kurang konsentrasi ketika mengikuti pelajaran Bahasa Inggris
2.      Sukar memahami pelajaran Bahasa Inggris
3.      Memiliki nilai Bahasa Inggris rendah
4.      Menerima pelajaran lambat dan selalu mengalami kesukaran dalam pelajaran Bahasa Inggris

V.                Diagnosa
Dari hasil wawancara yang praktikan lakukan, maka dapat diambil suatu diagnosis bahwa konseli mempunyai masalah yaitu merasa kesulitan mengatur jadwal belajar, cepat bosan dalam belajar, sulit konsentrasi dalam belajar, dan agak lambat dalam memahami pelajaran Bahasa Inggris. Walaupun ada kamus, tetapi siswa agak lambat dalam mengingat arti. Siswa juga mengalami kesulitan dalam memahami tenses dalam bahasa Inggris.

VI.             Prognosa
Berdasarkan teori belajar yang digunakan yaitu Teori Belajar Ivan Pavlov ( Teori Belajar Klasik ), maka dapat digunakan model Konseling Behavioral. Teori belajar klasik merupakan perilaku belajar terjadi karena adanya asosiasi antara perilaku dengan lingkungannya.
Model konseling behavioral mempunyai konsep bahwa lingkungan merupakan stimulus bagi terbentuknya perilaku tertentu.

VII.          Treatment
Berdasarkan permasalahan yang dialami Fitri, maka tindakan yang sesuai untuk digunakan adalah behavioral treatment yang dapat dilakukan antara lain :
1.      Dengan menggunakan teknik Cognitive Learning, yaitu dengan memberikan penjelasan lisan tentang berbagai hal kepada Fitri , agar Fitri dapat mengambil keputusannya sendiri.
2.      Diberikan penguat berupa motivasi belajar.
3.      Memberikan saran kepada siswa untuk lebih sering belajar kelompok dengan teman-temannya.

VIII.       Tindak Lanjut
Tindak lanjut yang dapat dilakukan adalah dengan cara sebagai berikut:
1.      Memantau perkembangan tingkah laku siswa untuk mengetahui sejauh mana layanan bimbingan dapat memperbaiki kondisi siswa.
2.      Menjalin komunikasi yang lancar dengan orang tua dan keluarga untuk memantau perilaku dan kegiatan yang dilakukan oleh siswa.
3.      Memantau perkembangan siswa, dengan menjalin komunikasi dengan siswa melalui HP.
Karena keterbatasan waktu yang dimiliki praktikan dalam memberikan layanan bimbingan, maka selanjutnya praktikan menyerahkan sepenuhnya pengawasan dan pengarahan terhadap siswa kepada guru BK, wali kelas, dan guru bidang studi.

LAPORAN HOME VISIT
KLIEN KE-1
I.                   Identitas Klien
a.       Nama klien                                    : David Fahrul Choidarula
b.      Kelas                                             : X TSM (Teknik Sepeda Motor)
c.       Jenis Masalah                                : Tidak mengikuti pelajaran
                                       matematika (bolos)
d.      Nama Orang Tua              
Ayah                                             : Indro Prawoto
Ibu                                                 : Siti Fatimah
e.       Alamat                                          : Pare, Blondo, Mungkid

II.                Pelaksanaan Home Visit
a.       Hari, tanggal                                 : Selasa, 15 April 2014
b.      Data yang ingin diperoleh : Memperoleh informasi secara langsung dari orang tua siswa tentang aktivitas sehari-hari yang dilakukannya selama dirumah. Dan dapat menjalin hubungan yang baik dengan orang tua dan siswa.

III.             Uraian Singkat Hasil Yang Diperoleh
Dari hasil laporan kunjungan rumah yang telah praktikan lakukan, informasi yang diperoleh dari wawancara dengan orang tua siswa, yaitu kegiatan David di rumah saat sepulang sekolah hanya menonton tv, lalu kalau sore sering bermain sepak bola. Saat malam kadang-kadang belajar dan kadang-kadang mengerjakan PR kalau ada PR.



LAPORAN HOME VISIT
KLIEN KE-2
I.                   Identitas Klien
a.       Nama klien                                    : Fitri Setia Wati
b.      Kelas                                             : XI AP 1
c.       Jenis Masalah                                : Kesulitan Belajar
d.      Nama Orang Tua              
Ayah                                             : Sudi
Ibu                                                 : Juanah
e.       Alamat                                          : Paten, Bawang, Pakis.

II.                Pelaksanaan Home Visit
a.       Hari, tgl berangkat                        : Selasa, 15 April 2014
b.      Data yang ingin diperoleh             :
Memperoleh informasi secara langsung dari orang tua siswa tentang aktivitas sehari-hari yang dilakukannya selama dirumah. Dan dapat menjalin hubungan yang baik dengan orang tua dan siswa.

III.             Uraian Singkat Hasil Yang Diperoleh
Dari hasil laporan kunjungan rumah yang telah praktikan lakukan, informasi yang diperoleh dari wawancara dengan orang tua siswa, yaitu sepulang sekolah fitri membantu bersih-bersih rumah, karena orang tua pagi-pagi sekali sudah harus pergi bertani. Fitri merupakan anak yang rajin belajar, selalu mengerjakan PR yang diberikan guru di sekolah.